Always Listening, Always Understanding

Jangan salah, tulisan ini bukan iklan dari salah satu perusahaan asuransi ternama di Indonesia, yang terkenal dengan tagline tersebut lho ya 😅

Tuhan menciptakan dua telinga, dan hanya satu mulut ternyata mengandung makna yang sangat dalam bahwa Tuhan ingin kita lebih banyak mendengar daripada bicara. Sesuatu yang kelihatannya simple, tetapi kita seringkali melupakannya. Berapa kali dalam diskusi dengan kawan, kita gak sabaran untuk mau motong ketika kawan kita sedang bicara? Karena kita anggap kita sudah tahu apa yang dia mau sampaikan. Why not let him finish his words first? 😐

Saya selalu menekankan ke team untuk mengetahui terlebih dahulu apa kesulitan customer, yang bisa kita bantu untuk selesaikan dengan solusi yang tepat. Untuk bisa tahu hal tersebut, hanya ada satu cara, yaitu mau mendengar keluhan mereka, LISTENING.

Di awal sales cycle, untuk create awareness dan demand, let them talk, dengarkan cerita mereka. Kemudian do your homework untuk memahami (UNDERSTANDING) apa sakitnya customer kita. Seringkali kita malah terjebak untuk presentasi jualan kecap nomor 1, padahal sebenarnya “ini bukan tentang produk kita, tapi apa untungnya buat mereka”.

Setelah kita listening, dan understanding, tugas kita berikutnya adalah kita harus memberikan (DELIVERING) solusi kita sesuai apa yang kita janjikan.

Pada akhirnya tidak ada produk yang bagus, yang ada adalah produk yang dapat menyelesaikan masalah pelanggan kita.

Selamat mendengar, memahami, dan memberikan solusi …

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Cerita Saya
Logo
Enable registration in settings - general
Compare items
  • Total (0)
Compare
0