Beda Generasi Beda Cara Kerjanya Bos!

Belakangan ini saya mulai menyadari bahwa sepertinya pertama kali dalam sejarah, kita menyaksikan ada empat generasi yang bertemu dalam tempat kerja, dengan cara kerja yang berbeda-beda. Dalam meeting dengan client, saya juga sering bertemu lintas generasi dalam satu forum. Sangat challenging, karena ternyata setiap generasi punya cara kerja dan expectation berbeda-beda:

Baby Boomers: Mereka yang lahir antara tahun 1946-1964 meskipun mereka menua (boomer termuda berusia akhir 50-an saat ini) mereka masih terus memegang kekuatan korporasi dan ekonomi. Mereka biasanya sangat setia sama perusahaan, cenderung konservatif, stick to what they know, termasuk cara lama yang mereka rasa nyaman untuk mereka bekerja.

Generation X: Mereka yang lahir antara tahun 1965 – 1980 ini adalah yang pertama menyaksikan pengenalan internet, telepon seluler dan komputer. Merekalah generasi peralihan antara analog dan digital. Generation X juga mulai memegang posisi kunci di perusahaan. Dalam cara kerja Gen-X cenderung setia, dan sebenarnya masih termasuk konservatif tapi mulai terbuka dengan perubahan-perubahan. Cara berpakaian juga masih cenderung konservatif, masih kenal cara pakai dasi (hihihihi …)

Generasi Y, juga dikenal sebagai Milenial, lahir antara tahun 1981 dan 1996. Secara umum, mereka berpendidikan lebih baik dari generasi sebelumnya, faktor yang terkait dengan pekerjaan dan kesejahteraan finansial. Generasi ini rasanya yang paling adaptif karena pernah bekerja dengan cara konservatif tapi juga paham dunia digital, jadi lebih agile.

Generasi Z yang lahir setelah 1997 dan dianggap sebagai masa depan ekonomi global. Mereka sangat optimis dan sangat terdorong dengan ambisi pribadi mereka. Merekalah penduduk asli digital, mereka tidak tahu radio kaset dan video betamax. Generasi ini berekspektasi tinggi terhadap kecanggihan teknologi dalam kehidupannya. Dalam dunia kerja pun mereka mengharapkan seperti demikian. Bekerja di perusahaan besar berteknologi tinggi dan canggih merupakan salah satu impian generasi Z. Bagi mereka aktualisasi diri adalah prioritas tinggi, serta pekerjaan yang memuaskan dan iklim kerja yang baik. Gen-Z ceplas-ceplos, maunya cepat, instant, lama sedikit bisa bikin mereka ngomel.

Tanpa disadari, usia tertua dari generasi Z saat ini sudah memasuki usia kerja. Coba saja hitung berapa banyak jumlah mereka di lingkungan kantor anda. Nyatanya, generasi muda bukan lagi milenial, tapi sudah diambil alih generasi Z. Dan disadari atau tidak perilaku mereka perlahan mengubah dunia kerja?

Gimana caranya supaya bisa akur?

Bagi saya, mendengarkan adalah kunci (“Always listening”), yang tuaan menerima saran yang muda, begitu pula sebaliknya. Toh yang penting kerjaan beres.

Dalam hubungan dengan client, sebisa mungkin kita mengikuti irama kerja client kita. Kalau client kita sudah didominasi oleh Gen-Z yang maunya cepat dan tidak mau menunggu, sudah saatnya bagi kita untuk mengubah cara kerja untuk juga menjadi lebih cepat, potong birokrasi yang ribet. No more slow response …

Happy weekend.

image credit: People photo created by pressfoto – www.freepik.com
We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Cerita Saya
Logo
Enable registration in settings - general
Compare items
  • Total (0)
Compare
0