Claypot Popo Melawai

9.2Expert Score
Menurut saya:

Salah satu hidden gems di daerah Blok M

Rasa
10
Harga
9
Pelayanan
9
Kebersihan / Protokol Kesehatan
9
Akses
9
PROS
  • Menu unik, jarang ada
  • Interior jadul
CONS
  • Waiting list kalau penuh
  • Area parkir depan agak terbatas

Akhirnya saya kesampaian juga untuk makan di Claypot Popo Melawai ini, setelah penasaran ketika pas weekend lewat kok selalu ramai dan waiting list. Kebetulan siang itu, di hari kerja biasa, tidak terlalu ramai, dan tidak ada antrian, yes langsung masuk.

Di daerah Blok M dan Melawai sendiri sudah lama menjadi tempat tujuan wisata kuliner di Jakarta. Banyak restoran-restoran enak disini, baik yang harganya murah atau mahal, ada yang sudah dari jaman dahulu kala, ada juga yang baru berdiri.

Dulu sejarahnya, kawasan Blok M dibangun oleh pihak Belanda sebagai kawasan satelit dari Weltevreden (Gambir dan sekitarnya) yang telah sesak penduduk. Meniru konsep kota taman yang lebih dulu ada di Menteng, kawasan Kebayoran dibagi menjadi blok-blok berbeda dengan taman kecil. Dikhususkan sebagai kawasan usaha, Blok M dihiasi oleh sejumlah tempat ikonik seperti Aldiron Plaza (sekarang jadi Blok M Square) yang merupakan mal pertama di Jakarta, Melawai Plaza, hingga Blok M Plaza.

Hanya seiring dengan lahirnya sejumlah pusat perbelanjaan di bilangan Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan, perlahan popularitas Blok M mulai redup. Namun belakangan dengan hadirnya MRT Jakarta seakan memberikan darah baru bagi kawasan Blok M. Stasiun MRT Blok M yang berlokasi tepat di samping Terminal Blok M membuat hidup kembali daerah ini.

Tampak luar yang tidak meyakinkan

Dari luar penampakan restoran ini tidak begitu meyakinkan karena gak kelihatan kalau ini tempat makan yang enak, malah lebih cenderung ke bangunan yang diabaikan. Its trully a hidden gems di daerah Blok M, Melawai.

Begitu masuk langsung ada tangga curam ke lantai 2 yang akan membawa kamu ke area makan yang cukup luas. Setting ruangan makannya dibiarkan sedemikian rupa sehingga berkesan oldies, keramik lantai yang jadul, pajangan jam tahun 60an, meja kursi dari kayu, semuanya membuat kita sejenak terbawa ke masa lalu, mirip di film-film kungfu itu. Ruangannya cukup bersih, dan karena masih PPKM, antar mejanya lumayan berjarak, sehingga tidak terlalu padat. Tempatnya juga terasa nyaman, walau tidak ber-AC tapi tidak panas. Mungkin karena jendelanya cukup banyak, sehingga ventilasi ruangannya terjaga dengan baik.

claypot popo melawai

Tangga curam di Claypot Popo Melawai

Claypot Siram Telur Matang

Karena nggak tahu mau pesan apa, ikut saja saran waiternya untuk recommended menunya, yaitu Claypot Siram Telur Matang, saya pilih versi yang daging sapinya.

Proses masak di Claypot Popo Melawai ternyata tidak terlalu lama dan ketika makanan dihidangkan, aroma bakaran yang cukup kuat akan terasa. Nasi yang ditempatkan di bagian paling dasar sudah diberi bumbu khusus sehingga gurih ketika dimakan. Selain itu ada tambahan kuah kental bernuansa bawang putih yang membikin makan saya jadi kian berselera.

Claypot sendiri adalah mangkuk bertutup dari tembikar atau tanah liat ini, yang merupakan alat masak kuno yang banyak dipakai di Tiongkok, Jepang dan Korea. Pemakaian bahan ini bertujuan untuk menyimpan panas lebih lama sekaligus menaham aroma hidangan lebih lama di dalam mangkuk. Tidak heran claypot ini panas sekali, jadi berhati-hati ketika memegangnya ya.

Makanan yang dimasak dengan claypot ini memiliki beberapa keuntungan, diantaranya, memiliki rasa dan aroma lebih kuat. Claypot menggunakan tanah liat yang bersifat basa. Sifat ini memungkinkannya berinteraksi dengan asam dalam makanan saat dimasak, sehingga menyeimbangkan pH-nya.

Claypot tidak hanya membuat makanan lebih sehat, tetapi juga memberikan aroma yang enak. Aroma sebenarnya dari makanan akan dipertahankan ketika memasak menggunakan claypot. Ini terjadi karena claypot yang berpori dan juga karena menggunakan proses memasak yang lambat.

Jujur saya belum pernah makan model makanan seperti ini. Claypot siram telur matang dari Claypot Popo ini berisi nasi, daging sapi, tahu, jagung manis, dan wortel disiram saus kental. Ternyata rasanya jauh lebih enak dari ekspektasi saya. Nasinya pulen dengan tahu telur yang lembut & tidak berbau amis. Daging sapinya empuk dan wortelnya pun pas tingkat kematangannya, nggak terlalu keras maupun terlalu lembek. Semuanya ini harus cepat-cepat dimakan ketika masih agak panas, karena kalau sudah jadi dingin menurut saya akan jadi agak aneh rasanya, mirip-mirip lem mungkin đŸ˜…

claypot siram telur matang sapi

Claypot Siram Telur Matang

 

Harganya Terjangkau

Di restoran ini modelnya bayar dulu baru makan, di setiap meja ada kertas dan kita tinggal nulis pesanan kita, lalu bayar ke kasir, baru nanti pesanan kita diantar ke meja. Pembayarannya hanya bisa non-tunai ,melalui mobile banking BCA atau  transfer. Jadi untuk yang masih cash-mania, mohon maaf ya.

Harganya pun tergolong affordable untuk porsi yang mengenyangkan ini. Seporsi claypot siram sapi dibandrol seharga Rp 30,000.

Karena pelayanannya yang ramah dan cepat, didukung juga dengan harga yang terjangkau dan OK banget, apalagi kalau dibandingkan dengan kuliner lainnya di area Blok M, Melawai ini. nggak heran kalau tempat ini selalu ramai pengunjungnya.

Hidden gems di area Blok M ini worth it banget untuk dikunjungi, menyantap makanan hangat-hangat di tengah cuaca Jakarta yang sedang sering turun hujan begini rasanya pas banget! Cus meluncur!!!

Oh ya, selain di Melawai ini, Claypot Popo juga sudah ada sebelumnya di Sabang dan Kemang.

 

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Cerita Saya
Logo
Enable registration in settings - general
Compare items
  • Total (0)
Compare
0